Bagikan Inspirasimu disini

Tuesday, October 22, 2019

EKSPRESI CINTA

| Tuesday, October 22, 2019
oleh: Aswan

Cemilan, Ya sekedar cemilan biasa. Harganya paling seribuan. Biasa saja, tidak ada yang spesial. Tapi percayalah, sampai hari ini saya tak tega memakannya. Lebih memilih menyimpannya manis dikamar. 

Baik. Izinkan saya menceritakan kisah tak penting ini.

Kemarin sore, selesai berjamaah sholat maghrib komplek tak jauh dari sya tinggal. Kala itu sudah bersiap hendak keluar, tiba2 saya dicegat oleh gerombolan anak-anak yang masing-masing memegang cemilan itu. Lalu satu persatu menyerahkan ke saya, gratis. "Ini bang.." "Dimakan ya bang.." saya setengah kaget.

Ada apa? Ada acara? Ada yang ulang tahun? Tidak! Tidak ada!
Atau, apakah semua jamaah dikasih? Sama, jawabannya juga tidak!

Saya tidak tahu pasti ada apa. Tapi sejenak saya tarik mundur ke beberapa beberapa hari sebelumnya, saat awal mulanya 1 anak menghadiahkan sebungkus snack. Hari berikutnya bertambah 2 anak yang memberi snack. Bertiga, berempat, berlima, hingga puncaknya kemarin malam itu. 5 bungkus cemilan plus 1 teh botol kukantongi. Sampai sekarang masih terbayang wajah2 polos itu menyerahkan hadiahnya satu persatu. Ah, rasanya ingin menatapnya lebih lama.

Sekali lagi. Cemilan-cemilan ini diberikan atas dasar apa?

Lagi, saya tarik mundur ke 3 pekan sebelumnya. Momen pertama kali bertemu dan menyapa bocah-bocah itu. "Assalamu'alaykum anak sholeh-sholehah" sambil tersenyum ku ucapkan itu. Tak lebih, hanya itu.

Mereka di awal-awalpun terheran, "Itu siapa sih, sok kenal banget" begitu mungkin pikir mereka.

Begitu terus, hingga sepekan berlalu baru kudengar respon balasan dari mereka. Mulai perlahan akrab, hingga beberapa kesempatan setelah maghrib saya urung pulang dari masjid, memilih duduk mendengar mereka cerita. Yah, meski ceritanya banyak ngawur-ngidul, tapi saya serius memperhatikan. Asik juga ternyata. Sesekali mereka bertanya, lalu kujawab ala bahasa anak2.

Pada titik ini saya menyimpulkan. Cukup bersikap ramah pada mereka, meski mereka masih bocah. Sesekali jadilah bagian dari mereka, dengar mereka bercerita. Tak perlu menyanggah, pasang telinga, tatap mereka dan mengangguk-angguk. Maka cinta dan sayang mereka dengan sendirinya tumbuh pada kita.

Terserah, jika menganggap persepsi ini berlebihan atau apalah.
Tapi bukankah anak kecil tak bisa berbohong akan ungkapan sayang mereka? Yah, meskipun wujud ungkapannya terkadang aneh.

Itu saja. 😁
Entah besok akan ada hadiah apalagi.

Related Posts

No comments:

Post a Comment