Bagikan Inspirasimu disini

Tuesday, September 24, 2019

SEMOGA AYAH DISAYANG ALLAH

| Tuesday, September 24, 2019

Oleh: Aswan
...................

Seorang anak menangis sepulang dari sholat maghrib di masjid. Anak kelas 3 SD berkulit gelap berambut lurus dengan style poni pendek ini tentu membuat kaget ayah dan ibunya. "Sebeel, gak mau lagi sholat di masjid", begitu terdengar omelan di sela-sela rengean plus air mata yang bercucuran.

Sang Ayah yang penasaran pun mendekat lalu membujuk perlahan, setelah tangis berhenti barulah si anak yang akrab disapa Rezkan ini bercerita. Ternyata sebabnya, habis maghrib ada pembagian hadiah oleh pengurus masjid untuk anak-anak yang rajin sholat di masjid juga yang paling tertib. Rezkan tak termasuk di antara pemenang, itu saja sebabnya menangis yang menggemparkan seisi rumah. Sebenarnya wajar saya, Rezkan hanya ke Masjid setiap Maghrib dan Isya saja, sedang teman lainnya sejak ashar bahkan dzuhur rutin hadir ke masjid.

Malam semakin larut, mata Rezkan semakin redup. Mungkin hari yang melelahkan sekaligus menyebalkan baginya. Seperti biasa, sang Ayah selalu mencium kening Rezkan sebagai pengantar tidur sembari berucap, "selamat tidur nak, semoga Allah sayangi Rezkan"
Yah, meskipun Rezkan tak pernah merespon.

"Itu artinya, Rezkan harus makin rajin ke Masjid ya", begitu pesan sang Ayah sambil menyantap sarapan pagi. Sang anak nangguk2 tanda setuju, "biar nanti juga dapet hadiah kan Yah?". Kali ini si ayah yang mengangguk2.

Rezkan semakin rajin hadir Ke masjid. Kali ini tak hanya setiap maghrib dan isya saja, dzuhur ashar pun. Singkat cerita. Lagi, di adakan pembagian hadiah oleh pengurus masjid. Rezkan begitu antusias menyambutnya. Momen yang ditunggu-tunggunya 3 bulan belakangan.

Hingga hari itu, nama Rezkan tak kunjung disebut. Namanya tak masuk kategori pemenang. Dia bukan yang paling rajin hadir ke masjid. Kok bisa? Ya, karna sejak dia mulai rajin ke masjid di saat yang sama teman-temannya yang lain juga tak kalah rajin. Malah jumlah anak 2 kali lipat lebih banyak dari sebelumnya!

Rezkan pulang. Kali ini dengan tangisan lebih kencang. Tak terkendali. Lebih parah ucapannya, "Ayah pembohong...Rezkan gak lercaya lagi sama Ayah"

Kening sang ayah mengerut. Tak tau harus berbuat apalagi. Tapi dia tak menyerah. Ikhtiar terus dicoba. Bagaimanapun puteranya harus rajin ke masjid. Menjelang waktu tidur Rezkan, sang Ayah mendekat lalu mengajak ngobrol, "tau gak sih, kalo suprise dari Allah ternyata lebih keren buat rajin ke Masjid".
"Apa itu Ayah?" Respon Rezkan sambil menoleh Ayah.
"Rahasia, pokoknya gak kebayang kalo dapet itu". Rezkan semakin antusias dan bangkit dari baringnya.
Si ayah melanjutkan, "karnanya, Rezkan kalo ke masjid, minta sama Allah ya. Doa pada Allah, Rezkan rajin sholat di masjid, biar Allah nanti yang bales".

Rezkan ngangguk2 lalu terbaring lagi. "Selamat tidur nak, smoga Allah syang Rezkan" seperti biasa sang Ayah mengantar tidur anaknya. Lagi2 tanpa respon dari Rezkan.

Esoknya, esoknya lagi, esok-esoknya lagi, Rezkan rutin sholat berjamaah ke masjid, sama seperti sebelumnya. Tapi kali ini niatnya yang berbeda. Bukan karna hadiah pengurus masjid, tapi hadiah Allah yang diharapnya. Soal menang kalah kompetisi, tak jadi soal. Dan benar saja, saat pengumuman pemenang lagi, nama Rezkan tak ada!

Dia pulang, tapi dengan kepala tegak. Tanpa isak tangis, malah bilang ke ayah, "Ga pa pa yah, hadiah Allah kan lebih keren". Itu saja ucapnya, lalu masuk ke dalam kamar.

Dan saat membuka pintu kamar...SUPRISEE....!!! 3 Bingkisan besar telah tertaruh rapi di tempat tidur Rezkan, semua bertuliskan "Hadiah dari Allah".

Ya, sang ayah ternyata diam2 telah mempersiapkan  3 hadiah besar itu. Hitung2 tiga kali kompetisi oleh pengurus masjid.

Sang Ayah masuk kamar, "Tuh, saat Rezkan menunggu balesan Allah. Maka Allah akan kasih lebih buat Rezkan"

Tentu saja, Rezkan sangat girang. Terharu? Entahlah anak seusia dia bisa terharu apa tidak. Hari yang menyenangkan untuk Rezkan dengan banyak kejutan. Dan saatnya tidur, sang ayah mendekat, "Selamat malam nak. Moga Rezkan di sayang Allah"

Rezkan kali ini merespon, Hal yang tak pernah didapati ayah selam ini.

Begini bunyinya, "Selamat malam Ayah. Moga Ayah juga di sayang Allah"

..........
Mari ajarkan anak atau adik2 kita sejak dini, tentang pada siapa mereka seharusnya berharap.

SEMOGA ADA MANFAAT DARI TULISAN INI.

Related Posts

No comments:

Post a Comment