Bagikan Inspirasimu disini

Saturday, August 24, 2019

DIBALIK NASIHAT DAN DOA SEDERHANA IBU

| Saturday, August 24, 2019

Oleh: @aswan_berkarya

"Jangan pernah remehkan doa dan nasihat ibumu, sesederhana apapun itu! Bisa jadi, melalui nasihat dan doa itu Allah hadirkan kebaikan demi kebaikan dalam hidup kita"

...Ini kisah seorang pemuda yang mulai belajar menafkahi diri sendiri. Pagi itu dia meminta izin untuk kembali ke perantauan setelah 2 hari menghabiskan waktu cuti nya bersama keluarganya. 

"Hati-hati di jalan. Semoga Allah jaga di negeri orang sana nak" itulah doa sekaligus nasihat dari dua ibu si pemuda. Iya, kedua ibunya berdoa dan bernasihat sama. 

Doa dan nasihat yang hampir tak pernah berubah dari dulu. Bukan karna sang ibu tak faham tentang pekerjaan sang anak, sehingga tak bisa secara mendetail mendoakan atau memberi nasihat tentang pekerjaannya. Sang anak hanya mengiyakan, meskipun sejatinya dia berhak meminta doa yg lain. 
Lantas apa sebab bisa demikian? 

Sejenak kembali ke tahun 2012, sejak sang pemuda pertama kali izin merantau untuk menuntut ilmu. Itulah pertama kali dia mendengar nasihat dan doa tersebut. 

Dia menyadari, setiap pulang semasa libur, dan di momen saat akan pulang ke rantauan, doa dan nasihat itu selalu persis sama. Sang pemuda saat itu faham betul, kedua ibu nya mungkin tak faham akan dunia perkuliahan sehingga tak bisa mengucap doa dan nasihat lebih dari yg di ucapkan itu. 

Bahkan sang pemuda juga sempat berpikir, ini mungkin karna ibunya yg sederhana tak sempat browshingan melihat contoh doa lain di internet! Wajar saja, sehari-hari sang ibu hanya bergelut dengan dunia persawahan. Hingga bahkan tak sempat terbesit untuk memiliki gadget.

Hingga suatu kejadian di tahun 2013 menyadarkan sang pemuda. Saat dalam perjalanan mengendarai sepeda motor. Dia nyaris tertabrak bis dari arah berlawanan. Entah bagaimana bisa dia selamat.  Kejadian itu berlangsung begitu cepat. Jika tidak ingat dengan pesan ibu utk berhati-hati, bisa jadi dia tidak hanya kehilangan impian kuliah. Tapi juga kehilangan hidupnya. 

Dua tahun kemudian, yakni diawal 2015. Rumah kontrakan yang didiami pemuda itu dan ke 5 temannya kemalingan. Hampir setengah dari barang berharga mereka raib di ambil. Hebatnya, laptop yang semata wayang yang dimilikinya dimana juga seluruh berkas perkulihan tersimpan tak ikut di ambil. Dia selamat. Dia sadar, jika laptop itu dicuri, maka habis tamat sudah riwayat. Bisa-bisa urusannya di kampus akan lebih riwet. 

Tapi lagi-lagi dia teringat. Itulah doa sang ibu. Doa "agar Allah menjaga nya selama di perantauan". Entah berapa kali kejadian serupa terulang dalam kurun waktu dua tahun. Bisa jadi karna doa ibu nya yg sering terulang itu yang menyelamatkannya dr rangkaian musibah-musibah itu. 

Sejak saat itu. Sang pemuda benar-benar yakin akan kekuatan dibalik doa dan nasihat sederhana kedua ibunya. 

Nasihat dan doa yang juga menjadi saksi suksesnya menjadi salah satu lulusan tercepat di kampusnya. Dengan IPK 3,78. Meskipun kemudian ibunya sempat bertanya, "wah, kok hanya dapat 3 nak?" shala la la la.. Haha....

Laptop yang beberapa kali selamat berkat doa ibu itu, juga mengantar sang pemuda untuk menulis sebuah buku. Buku yang sedikit banyak juga telah menginspirasi orang lain. 

Cerita yang mengingatkan saya pada salah satu kutipan yg paling saya ingat dari Mas Syukri (Teman sekaligus guru saya) begini katanya, "Jalani saja apa yang diinginkan ibumu, ingat pesan dan doa mereka, lihatlah, betapa Allah akan selalu ada di sampingmu, membersamai setiap ayunan langkah-langkah kecilmu."

Kejutan dalam hidup kita ada di sisi Tuhan. Kita tak pernah tau kapan akan menghampiri kita, tapi kita bisa merasakannya kewat kisah yg Allah selipkan dalam episode kehidupan kita. Bisa jadi, kejutan dan kebaikan itu ada dibalik doa dan nasihat ibu kita. 

So, sudah minta nasihat dan doa dari ibu kita?

Related Posts

No comments:

Post a Comment