Bagikan Inspirasimu disini

Sunday, October 27, 2019

Gubernur Raih Best Overall

Gubernur Raih Best Overall

#provkalbar #kalbarbaru #beritakalbar


Repost @bang.midji

Hari selasa tgl 15 Oktober, saye memaparkan
tentang investasi dan potensi Kalbar, serta kebijakan yang
dilakukan untuk memacu pertumbuhan dengan capaian
akhir kesejahteraan.

Penilaian dilakukan oleh Koran Sindo dengan Juri mereka
yang berkompeten, salah satunya Dirjend Otonomi Daerah,
alhamdulilah Gubernur Kalbar mendapat nilai tertinggi
dalam program Indonesia Visionary Leader dan mendapat
predikat BEST OVERALL (detil di foto), artinya semua
aspek penilaian kita baik. semoga bisa menyemangati
percepatan perubahan kalbar

Tuesday, October 22, 2019

EKSPRESI CINTA

EKSPRESI CINTA

oleh: Aswan

Cemilan, Ya sekedar cemilan biasa. Harganya paling seribuan. Biasa saja, tidak ada yang spesial. Tapi percayalah, sampai hari ini saya tak tega memakannya. Lebih memilih menyimpannya manis dikamar. 

Baik. Izinkan saya menceritakan kisah tak penting ini.

Kemarin sore, selesai berjamaah sholat maghrib komplek tak jauh dari sya tinggal. Kala itu sudah bersiap hendak keluar, tiba2 saya dicegat oleh gerombolan anak-anak yang masing-masing memegang cemilan itu. Lalu satu persatu menyerahkan ke saya, gratis. "Ini bang.." "Dimakan ya bang.." saya setengah kaget.

Ada apa? Ada acara? Ada yang ulang tahun? Tidak! Tidak ada!
Atau, apakah semua jamaah dikasih? Sama, jawabannya juga tidak!

Saya tidak tahu pasti ada apa. Tapi sejenak saya tarik mundur ke beberapa beberapa hari sebelumnya, saat awal mulanya 1 anak menghadiahkan sebungkus snack. Hari berikutnya bertambah 2 anak yang memberi snack. Bertiga, berempat, berlima, hingga puncaknya kemarin malam itu. 5 bungkus cemilan plus 1 teh botol kukantongi. Sampai sekarang masih terbayang wajah2 polos itu menyerahkan hadiahnya satu persatu. Ah, rasanya ingin menatapnya lebih lama.

Sekali lagi. Cemilan-cemilan ini diberikan atas dasar apa?

Lagi, saya tarik mundur ke 3 pekan sebelumnya. Momen pertama kali bertemu dan menyapa bocah-bocah itu. "Assalamu'alaykum anak sholeh-sholehah" sambil tersenyum ku ucapkan itu. Tak lebih, hanya itu.

Mereka di awal-awalpun terheran, "Itu siapa sih, sok kenal banget" begitu mungkin pikir mereka.

Begitu terus, hingga sepekan berlalu baru kudengar respon balasan dari mereka. Mulai perlahan akrab, hingga beberapa kesempatan setelah maghrib saya urung pulang dari masjid, memilih duduk mendengar mereka cerita. Yah, meski ceritanya banyak ngawur-ngidul, tapi saya serius memperhatikan. Asik juga ternyata. Sesekali mereka bertanya, lalu kujawab ala bahasa anak2.

Pada titik ini saya menyimpulkan. Cukup bersikap ramah pada mereka, meski mereka masih bocah. Sesekali jadilah bagian dari mereka, dengar mereka bercerita. Tak perlu menyanggah, pasang telinga, tatap mereka dan mengangguk-angguk. Maka cinta dan sayang mereka dengan sendirinya tumbuh pada kita.

Terserah, jika menganggap persepsi ini berlebihan atau apalah.
Tapi bukankah anak kecil tak bisa berbohong akan ungkapan sayang mereka? Yah, meskipun wujud ungkapannya terkadang aneh.

Itu saja. 😁
Entah besok akan ada hadiah apalagi.

Wednesday, October 9, 2019

GURU NGAJI, DARI GENERASI KE GENERASI

GURU NGAJI, DARI GENERASI KE GENERASI

Oleh: Aswan

Ada yang masih ingat pemandangan ini?
Bergerombol, memacu sepeda, saling berteriak, "ayoo, siapa cepat sampai.."

Laki-laki berpeci dengan baju koko , anak perempuan berjilbab dengan tas selendang berisi Al-Qur'an IQRO'. Tak lama lagi, sautan demi sautan anak2 itu "Assalamu'alaykoom..." akan bergema didepan rumah guru ngaji mereka.

Ya, mereka tengah bersiap belajar Al-Quran pada buk guru ngaji yang baru saja selesai mandi, karna baru datang dari Ume (read : Ladang )

Kemarin, sewaktu pulang ke kampung halaman, saya dapati fenomena langka ini. Meskipun tak lebih dari 2 persen anak se-usia mereka yang turut. Karna sisanya tengah sibuk bermain atau menghadap gadget mereka.

Sungguh pemandangan yang indah. Terharu, saya jadi bernostalgia. Jadi teringat masa kecil dulu. STOP!! Sudah, sudah, bernostalgianya!
Kembali ke laptop.

Anak-anak itu, entah sudah generasi keberapa. Sedangkan guru ngajinya sama. Itu-itu saja. Lantas kemana anak2 generasi sebelumnya? Yah, berhenti. Hilang tanpa kabar, boro-boro mau ucap terima kasih.

Apa sebab?
Apakah guru ngaji minta kenaikan gaji? Hah, yang benar saja! Wong selama ini mereka digaji 1 rupiah saja tidak. Lalu apanya yang mau dinaikan?

Kadang saya juga bingung. Apa yang membuat mereka tetap mau mengajar. Bukankah mereka juga sibuk dengan segala rutinitasnya.

Tapi ada yang lebih mengherankan. Anda tau apa?
Saat orang2 berani membayar semahal-mahalnya agar anak mereka pintar Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Seni, de el el. Sementara untuk belajar Kitab yang menjadi penyelamat di akhirat justru banyak alasan. Bahkan gratis sekalipun!

Maap jika ada yang tersinggung! Tapi realitanya begitu, mau diapakan?

Kembali ke kampung...

Guru ini, jika ada yang menganggap dia sudah kaya hingga tak perlu digaji. Itu benar! mereka telah kaya. Bayangkan, mereka setiap hari panen pahala dari amal-amal sholeh yang dikerjakan murid-muridnya.  Mungkin, itu satu-satunya motivasi mereka masih istiqomah sampai sekarang. Mereka meyakini janji-janji Tuhan dan Sang Utusan.

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Terima kasih guru ngaji kami di kampung 😊
Maapkan kami yang belum pandai berterima kasih.

Semoga Allah sayangi dan membalas bu guru ngaji dengan kebaikan2.

Lela, 6 Oktober 2019

Monday, October 7, 2019

SOPIR BUS YANG DIRINDUKAN

SOPIR BUS YANG DIRINDUKAN

Oleh : Aswan

....Untuk kesekian kalinya, saya menaiki bus guna mengantarku kembali ke tanah kelahiran. Transportasi antar kota ini memang masih menjadi idola, mungkin karna tarifnya yang terjangkau.

Dengan jadwal keberangkatan pukul 12 malam dari ibu kota provinsi, sejatinya tak ada masalah apa-apa, kecuali satu. Yakni sholat subuh.

Ya, selama ini saya selalu sholat subuh ditengah laju bus dengan kondisi badan bus yang bergoyang ditambah hembusan angin yang masuk dari jendela yang tak sengaja terbuka. Tak pernah! Hampir tak pernah berjamaah subuh di masjid. Memang, agama Islam memberi keringanan bagi para musafir untuk soal ini.

Hari ini, saya memilih bus berwarna hitam sepertinya belum lama selesai diproduksi alias masih baru. Tak tau diproduksi negara mana, tak penting juga.

Singkat cerita, pukul 04.13 saya terbangun dari terlelap, tak ada yang dipikirkan kecuali harus segera tayamum dan sholat di dalam bus.

WUSHHH!!! Tiba-tiba bus berhenti. Ada apa? Ada penumpang turun kah? Atau mogok kah? ah tak mungkin bus baru ini mogok. Lalu kenapa? Begitu pikirku dan puluhan penumpang lainnya merasa penasaran.

Diposisi paling depan, kulihat pak sopir berdiri dari singgasananya. Di ikuti seorang penumpang yang persis duduk dibelakangnya, juga ikut berdiri lalu keluar bus.

Pamandanganku pun tertuju ke arah kiri, ada sebuah bangunan megah disana. Lampu-lampunya terang benderang. Baru saja dari arah bangunan ini dilantunkan sebuah seruan. Pak sopir bus dan satu penumpang tadi menuju kesana! Iya, bangunan itu saya akrab menyebutnya Masjid.

Tunggu apalagi. Saya langsung menyusul mereka berdua. Tak lama 3 orang berikutnya ikut turun. Ingin pula merasakan nikmat luar biasa ini.

Ya, adalah nikmat besar mendapat kesempatan bersama nakhoda bus bisa berbaris rapi, rukuk dan sujud dengan irama serentak. Ah, andai semua pemimpin dinegeri ini seperti pak sopir.

Buat para sopir bus, yang mungkin membaca tulisan ini. Saya sedang tidak membuat perbandingan, tidak sama sekali. Tapi hanya sekedar menyampaikan apa yang saya pelajari barusan. Yakni tak ada panggilan yang lebih penting selain panggilan Tuhan. Tak ada sejarah rupiah lebih berharga dibanding apa yang Tuhan janjikan di hari kemudian.

Hari ini, sopir bus berkaos hitam dengan celana jeans biru itu telah menjadi guruku. Dan aku akan merindukannya 😊
SEORANG SARJANA S3, SUDAH JADI DOKTOR ATAU PROFESOR, DIA RELA MENINGGALKAN PEKERJAAN DUNIANYA, HANYA DEMI MONDOK UNTUK MEPELAJARI AL-QUR'AN DAN MENGHAFALKAN AL-QUR'AN 30 JUZ

*PADAHAL GAJI NYA BESAR*

DAN UMURNYA JUGA SUDAH LUMAYAN TUA, TAPI MASIH MAU BELAJAR MENDALAMI AL-QUR'AN

BELIAU MEMILIH UNTUK MONDOK BELAJAR AL-QUR'AN SEBAGAI PERSIAPAN MENGHADAP ALLAH NANTI

Tulisan Rektor ITS, Prof Joni Hermana di wall FB nya

Coba simak kutipan inspiratif di bawah ini yang menggugah... .

Dulu di kala aku kecil, aku sll mendpt peringkat 1 baik di tingkat SD, SMP, maupun SMA...

Semua merasa senang, ibu & ayah pun sll memelukku dg bangga. Klrg sgt senang melihat anaknya pintar & berprestasi.

Aku masuk perguruan tinggi ternama pun, tanpa embel2 test.

Org tua & teman2 ku merasa bangga thd diriku.

Tatkala aku kuliah
*IPK ku sll 4 & lulus dg predikat cum laude*.

Semua bahagia, para Rektor menyalami ku & merasa bangga memiliki mahasiswa spt diriku, jgn ditanya ttg org tua ku, tentunya mrk org yg paling bangga, bangga melihat anaknya lulus dg predikat cum laude. Teman2 seperjuangan ku pun gembira. Semua wajah memancarkan kebahagiaan.

Lulus dr perguruan tinggi aku bekerja di sbuah perusahaan *Bonafit. Karirku sgt melejit & gajiku sgt besar*.

Semua pun merasa bangga dg diriku, semua rekan bisnisku sll menjabat tgn-ku, semua hormat & mnghargai diriku, teman2 lama pun sll menyebut namaku sbg slh satu org sukses.

Namun ada sesuatu yg tak prnh kudptkan dlm perjalanan hidup ku slm ini. Hatiku sll kosomg & risau. Perasaan sepi sll memghantui hari2ku. Ya.. aku terlalu mengejar duniaku & mengabaikan akhiratku...
*Aku sedih...........*

Ketika aku berikrar utk berjuang bersama barisan *Pembela Rasulullah Saw & ku buang sgl title keduniaanku* kutinggalkan dunia ku utk mengejar akhirat & ridhaNya. Seketika itu pula dunia terasa berbalik. Yaa... Dunia spt berbalik. Ku putuskan utk mrantau & memilih mempelajari *ilmu Al-Qur'an & hadist & kuhafalkan Al-Qur'an 30 juz*.

Semua org mencemooh & memaki diriku. Tak ada lg pujian, senyum kebanggaan, peluk hangat dll. Yg ada hanyalah cacian...

Terkadang org memaki diriku, *buat apa sekolah tinggi2 kalau akhirnya masuk pesantren dia itu org bodoh.....* Udh punya pekerjaan enak ditinggalin...

Berbagai caci & maki tertuju pd diriku, bahkan dr klrg yg tak jarang membuat diriku sedih... 😪

"Apa ada lulusan perguruan tinggi terkenal masuk pondok tahfidz..? Ga sayang apa udh dpt kerja enak, mau makan apa & dr mana lg..?
Kata mereka...

Ya.., pertanyaan2 itu trs menyerang & menyudutkan diriku.

*Hingga suatu ketika*

Ketika fajar mulai menyingsing ku ajak ibu utk shalat berjamaah di masjid, masjid tmpt dimana aku biasa mnjd imam.

Ini adalah shalat subuh yg akan sll ku kenang.

Ku angkat tangan seraya mengucapkan takbir. *Allaaahuu akbaar............*_
ku agungkan Allah dg seagung2nya.

Ku baca doa iftitah dlm hati ku, berdesir hati ini rasanya....

Kulanjutkan membaca...

*Al-Fatihah*
*Bismillahirrahmaanirrahiiim*, (smp disini hati ku bergetar ), ku sebut namaNya yg maha pengasih & maha penyayang..

*Alhamdulillahirabbil alamiin*...
Ku panjatkan puji2an utk Rabb semesta alam..

Kulanjutkan bacaan lamat2, ku hayati surah al-fatihah dg seindah2nya tadabur, *tanpa terasa air mata jatuh membasahi wajahku*....

Berat lidah ku utk melanjutkan ayat, *Arrahmaanirrahiim*,
ku lanjutkan ayat dg nada yg mulai bergetar....

*Malikiyaumiddin*, kali ini aku sdh tak kuasa menahan tangisku.

*Iyyaka na'budu wa iyyaka nastaiin*, "yaa Allah hanya kpdMu lah kami menyembah & hanya kpdMu lah kami meminta pertolongan."

Hati ku terasa tercabik2, sering kali diri ini menuntut kpd Allah utk memenuhi kebutuhanku, tp aku lalai melaksanakan kewajibanku kpd-Mu...

Sampai lah aku pd akhir ayat dlm surah Al-Fatihah. Ku seka air mata & ku tenangkan sejenak diriku.

Selanjutnya aku putuskan utk membaca *Surah _Abasa*'_. Ku hanyut dlm bacaan ku, terasa syahdu, hingga terdengar isak tangis jamaah sesekali. Bacaan trus mengalun, hingga sampai lah *pada ayat 34. Tangisku memecah sejadi2nya*.

*Yauma yafirrul mar'u min akhii, wa ummihii wa abiih, wa shaahibatihi wa baniih, likullimriim minhum yauma idzin sya'nuy yughniih...*

Tangisku pun memecah, tak mampu ku lanjutkan ayat tsb, tubuhku terasa lemas....

Stlh shalat subuh selesai, dlm perjlnan plg, ibu bertanya : "mengapa kamu menangis saat membaca ayat tadi, apa artinya..?"

Aku hentikan langkahku & aku jelaskan pd ibu. Kutatap wajahnya dlm2 & aku berkata :

*Wahai ibu........*
Ayat itu mnjelaskan ttg huru hara padang mahsyar saat kiamat nanti, semua akan lari meninggalkan sudaranya...

Ibunya...
Bapaknya..
Istri & anak2nya..

Semuanya sibuk dg urusannya masing2.

Bila kita kaya org akan memuji dg sebutan org yg berjaya...,

Namun ketika kiamat terjadi apalah gunanya sgl puji2an manusia itu....

Semua akan meninggalkan kita. Bahkan ibupun akan meninggalkan aku...

*Ibu pun meneteskan air mata, ku seka air matanya...*

Ku lanjutkan, *Aku pun takut bu bila di Mahsyar bekal yg ku bawa sedikit..*

Pujian org yg ramai slm bertahun2 pun kini tak berguna lg...

Lalu knp org beramai2 menginginkan pujian & takut mendpt celaan. Apakah mrk tak menghiraukan kehidupan akhiratnya kelak...?

Ibu kembali memelukku & tersenyum. Ibu mengatakan, *betapa bahagianya punya anak spt dirimu...*

Baru kali ini aku merasa bahagia, krn ibuku bangga thd diriku...

Brbagai pencapaian yg aku dpt dulu, walaupun ibu sama memeluk ku namun baru kali ini pelukan itu sgt membekas dlm jiwaku.

*Wahai manusia sebenarnya apa yg kalian kejar..?*

*Dan apa pula yg mngejar kalian..?*

*Bukankah maut semakin hari semakin mndekat...?*

Dunia yg menipu jgn sampai menipu & membuat diri lupa pd negeri akhirat kelak...

*Wahai saudara2ku, apakah kalian sadar nafas kalian hanya bbrp saat lagi.......?*

*Seblm lubang kubur kalian akan digali..*

Apa yg aku & kalian banggakan di hadapan Allah & RasulNya kelak...?

*Wallahua'lam.......*

Wednesday, October 2, 2019

SURAT CINTA UNTUKMU DUHAI ANAKKU

SURAT CINTA UNTUKMU DUHAI ANAKKU

#surat #cinta #ayah #ibu #anak


Anakku...
Bila aku tua,
Andai aku jatuhkan gelas atau terlepas piring dari genggamanku, Aku berharap kamu tidak menjerit marah kepadaku,
Karena tenaga orang tua sepertiku semakin tidak kuat, Badanku pun sakit sakit.
Pandangan mataku semakin kabur. Kamu harus mengerti dan bersabar denganku.

Anakku
Bila aku tua,
Andai tutur kataku lambat/pelan dan aku tidak mampu mendengar apa yang kamu katakan, Aku berharap kamu tidak menjerit padaku,
"Ibu tuli kah ?",
"Ibu bisu kah?"
Aku minta maaf anakku.
Aku semakin MENUA...

Anakku...
Bila aku tua,
Andai aku selalu saja bertanya tentang hal yang sama berulang-ulang, Aku berharap kamu tetap sabar mendengar dan melayaniku, seperti aku sabar menjawab semua pertanyaanmu saat kamu kecil dulu, Semua itu adalah sebagian dari proses MENUA.
Kamu akan mengerti nanti bila kamu semakin tua.

Anakku...
Bila aku tua..
Andai aku berbau busuk, amis dan kotor,
Aku berharap kamu tidak tutup hidung atau muntah di depanku, Dan tidak menjerit menyuruh aku mandi.
Badan aku lemah, Aku tidak ada tenaga untuk melakukan semua itu sendiri.
Mandikanlah aku seperti aku memandikanmu semasa kamu kecil dulu.

Anakku...
Bila aku tua, seandainya aku sakit, temanilah aku, aku ingin anakku berada bersamaku, Dan ketika waktu kematianku sudah tiba, Aku berharap kamu akan memegang tanganku dan memberi kekuatan untuk aku menghadapi kematianku.
Jangan cemas.
Jangan menangis.
Hadapi dengan keridhaan.
Aku berjanji padamu.
Bila aku bertemu Allah,
Aku akan berbisik kepadaNya supaya senantiasa memberkati dan merahmati kamu karana kamu sangat mencintai dan taat padaku.

Terima kasih banyak karena mencintaiku...
Terima kasih banyak kerana telah menjagaku... Aku mencintai kamu lebih dari kamu mencintai dirimu sendiri..


  • surat cinta untuk anak pertama
  • contoh surat cinta untuk anak sd
  • surat cinta untuk anak laki-laki
  • contoh surat motivasi untuk anak
  • surat ibu untuk anak lelakinya
  • contoh surat nasehat untuk anak
  • surat cinta ayah untuk anak perempuan
  • surat harapan untuk anak

Wednesday, September 25, 2019

SANG TEKNISI SEBUAH BANGUNAN SIKAP

SANG TEKNISI SEBUAH BANGUNAN SIKAP

Ada yang tak kalah penting dari sikap ramah kita saat menjalankan usaha. Apa itu? Sebentar lagi saya ceritakan.

Lagi-lagi saya belajar dari guru kehidupan. Bukan dosen atau profesor-profesor yang biasa saya temui di kampus. Tapi kali ini, sorang teknisi komputer.

Bang Ruli orang-orang memanggilnya, seorang teknisi komputer langgananku. Terakhir kali kemarin siang aku kesana, memperbaiki laptop sekaligus berbincang-bincang dengannya.

Sudah memasuki tahun ke tujuhnya menjalankan usaha ini: service laptop, jual-beli laptop second, perbaiki printer, dll. Saat ini sudah memiliki kios sendiri, meskipun masih ngontrak dengan biaya sangat murah. Di lokasi yang tak terlalu padat, walau masih di pusat kota. Tapi soal customer, jangan tanya! Tak pernah sepi.

Lebih mengherankan lagi, orang-orang yang melintas pada menyapa bang Ruli. Bisa dengan teriakan, "Hello bos..." atau dengan membunyikan klakson motor/mobil. "Wuih, hebat juga abang ni. Pada kenal semua orang2" begitu gumamku.

Sikap ramah dan murah senyum. Itulah modal bang Ruli. Saya pikir setiap pedagang, pebisnis, pengusaha, harus memiliki sikap ini. Bang Ruli benar-benar menerapkannya dengan baik, tak peduli pada siapapun, meskipun dia tau orang tak ada niat bertransaksi (read: nanya doang)

Bukan! Bukan itu yang ingin kusampaikan! Tapi ada yang tak kalah penting! Mungkin ini yang melandasi kepercayaan orang banyak padanya. Yakni sikap jujur dan amanah.

Dalam obrolan satu hari lalu dia bilang, "Menjadi teknisi godaannya juga besar Wan. Mudah saja saya bilang ke pelanggan biayanya segini, atau bisa saya tinggikan. Tapi saya tau itu ada pertanggung jawabannya". Saya menyimak serius dan mulai membetulkan kursi. Dia melanjutkan, "hal lainnya. Kalau mau, bisa saja saya menukar alat dalam laptop yang dititip kesini dengan alat yang jelek. Toh, orang gak bakalan tau". Dia diam sejenak.

"Lalu bang?tanyaku.
"Ya, tapi Allah menyaksikan semua"
Saya hanya mengangguk-ngangguk.
"Ada lagi bang?" Lagi ku tanya.

"mmh. Iya, kadang ada customer yang menaikan biaya di nota dari biaya aslinya. Ya, biar dia dapat lebih dari kantornya. Tapi sehalus mungkin abang tolak permintaannya"

Aku dibuat terdiam. Sambil melihat raut wajah penuh ketenangan bang Ruli. Dibaliknya, berdiri teguh sikap jujur dan amanah! Ya, lagi-lagi mengingatkan diri ini. Bukankah sebesar biji sawi pun keburukan juga ada pertanggung jawabannya. 

Terima kasih bang Ruli. Darimu ku belajar,  keteguhan sikap jujur dan amanah itu harus menjadi pondasi diri agar Allah ridho serta orang lain pun ridho

Tuesday, September 24, 2019

SEMOGA AYAH DISAYANG ALLAH

SEMOGA AYAH DISAYANG ALLAH


Oleh: Aswan
...................

Seorang anak menangis sepulang dari sholat maghrib di masjid. Anak kelas 3 SD berkulit gelap berambut lurus dengan style poni pendek ini tentu membuat kaget ayah dan ibunya. "Sebeel, gak mau lagi sholat di masjid", begitu terdengar omelan di sela-sela rengean plus air mata yang bercucuran.

Sang Ayah yang penasaran pun mendekat lalu membujuk perlahan, setelah tangis berhenti barulah si anak yang akrab disapa Rezkan ini bercerita. Ternyata sebabnya, habis maghrib ada pembagian hadiah oleh pengurus masjid untuk anak-anak yang rajin sholat di masjid juga yang paling tertib. Rezkan tak termasuk di antara pemenang, itu saja sebabnya menangis yang menggemparkan seisi rumah. Sebenarnya wajar saya, Rezkan hanya ke Masjid setiap Maghrib dan Isya saja, sedang teman lainnya sejak ashar bahkan dzuhur rutin hadir ke masjid.

Malam semakin larut, mata Rezkan semakin redup. Mungkin hari yang melelahkan sekaligus menyebalkan baginya. Seperti biasa, sang Ayah selalu mencium kening Rezkan sebagai pengantar tidur sembari berucap, "selamat tidur nak, semoga Allah sayangi Rezkan"
Yah, meskipun Rezkan tak pernah merespon.

"Itu artinya, Rezkan harus makin rajin ke Masjid ya", begitu pesan sang Ayah sambil menyantap sarapan pagi. Sang anak nangguk2 tanda setuju, "biar nanti juga dapet hadiah kan Yah?". Kali ini si ayah yang mengangguk2.

Rezkan semakin rajin hadir Ke masjid. Kali ini tak hanya setiap maghrib dan isya saja, dzuhur ashar pun. Singkat cerita. Lagi, di adakan pembagian hadiah oleh pengurus masjid. Rezkan begitu antusias menyambutnya. Momen yang ditunggu-tunggunya 3 bulan belakangan.

Hingga hari itu, nama Rezkan tak kunjung disebut. Namanya tak masuk kategori pemenang. Dia bukan yang paling rajin hadir ke masjid. Kok bisa? Ya, karna sejak dia mulai rajin ke masjid di saat yang sama teman-temannya yang lain juga tak kalah rajin. Malah jumlah anak 2 kali lipat lebih banyak dari sebelumnya!

Rezkan pulang. Kali ini dengan tangisan lebih kencang. Tak terkendali. Lebih parah ucapannya, "Ayah pembohong...Rezkan gak lercaya lagi sama Ayah"

Kening sang ayah mengerut. Tak tau harus berbuat apalagi. Tapi dia tak menyerah. Ikhtiar terus dicoba. Bagaimanapun puteranya harus rajin ke masjid. Menjelang waktu tidur Rezkan, sang Ayah mendekat lalu mengajak ngobrol, "tau gak sih, kalo suprise dari Allah ternyata lebih keren buat rajin ke Masjid".
"Apa itu Ayah?" Respon Rezkan sambil menoleh Ayah.
"Rahasia, pokoknya gak kebayang kalo dapet itu". Rezkan semakin antusias dan bangkit dari baringnya.
Si ayah melanjutkan, "karnanya, Rezkan kalo ke masjid, minta sama Allah ya. Doa pada Allah, Rezkan rajin sholat di masjid, biar Allah nanti yang bales".

Rezkan ngangguk2 lalu terbaring lagi. "Selamat tidur nak, smoga Allah syang Rezkan" seperti biasa sang Ayah mengantar tidur anaknya. Lagi2 tanpa respon dari Rezkan.

Esoknya, esoknya lagi, esok-esoknya lagi, Rezkan rutin sholat berjamaah ke masjid, sama seperti sebelumnya. Tapi kali ini niatnya yang berbeda. Bukan karna hadiah pengurus masjid, tapi hadiah Allah yang diharapnya. Soal menang kalah kompetisi, tak jadi soal. Dan benar saja, saat pengumuman pemenang lagi, nama Rezkan tak ada!

Dia pulang, tapi dengan kepala tegak. Tanpa isak tangis, malah bilang ke ayah, "Ga pa pa yah, hadiah Allah kan lebih keren". Itu saja ucapnya, lalu masuk ke dalam kamar.

Dan saat membuka pintu kamar...SUPRISEE....!!! 3 Bingkisan besar telah tertaruh rapi di tempat tidur Rezkan, semua bertuliskan "Hadiah dari Allah".

Ya, sang ayah ternyata diam2 telah mempersiapkan  3 hadiah besar itu. Hitung2 tiga kali kompetisi oleh pengurus masjid.

Sang Ayah masuk kamar, "Tuh, saat Rezkan menunggu balesan Allah. Maka Allah akan kasih lebih buat Rezkan"

Tentu saja, Rezkan sangat girang. Terharu? Entahlah anak seusia dia bisa terharu apa tidak. Hari yang menyenangkan untuk Rezkan dengan banyak kejutan. Dan saatnya tidur, sang ayah mendekat, "Selamat malam nak. Moga Rezkan di sayang Allah"

Rezkan kali ini merespon, Hal yang tak pernah didapati ayah selam ini.

Begini bunyinya, "Selamat malam Ayah. Moga Ayah juga di sayang Allah"

..........
Mari ajarkan anak atau adik2 kita sejak dini, tentang pada siapa mereka seharusnya berharap.

SEMOGA ADA MANFAAT DARI TULISAN INI.

Monday, September 16, 2019

CARA HIDUP MENYENAGKAN DAN BAHAGIA

CARA HIDUP MENYENAGKAN DAN BAHAGIA

Dulu waktu gaji 1.2jt an. Hp cukup Nokia 3310, yg penting bisa kring. Motor bebek Honda Astrea sudah hebat bisa nganter kemana mana. Meski ngontrak dirumah petak 300rb perbulan serasa surga dunia. Istri rajin masak dirumah, kalo pulang sayur sop dan kopi tubruk dah siap dimeja.

Hidup tetap berjalan dan tetap  happy  meski sederhana.

Setahun kemudian gaji sudah 5jt an. Istri minta hp juga biar tik tok lebih enak, kalo ada apa gampang telpon. Honda astrea mesti dijual karna kurang keren ganti mega pro, ngangsur 500rb perbulan gapapa biar trendi dikit. Ngontrak mesti pindah kerumah yang bulanan bujet 700rb  alih alih perabot mulai banyak gak muat kalo rumah petakan. Istri dah mulai malas masak karna KFC dan Mc Donal lebih enak dan praktis.

Hidup tetap berjalan, happy dan mulai timbul angan angan pingin ini pingin itu kalo gaji papa naik lagi.

Lima tahun kemudian gaji dah 8jt an. Hp jadul mesti diganti dgn yg touchscreen, nokia melayang ganti sony ericson keluaran terbaru Experia. Mega pro gak cocok lagi wajib ganti Ninja biar ngacir, ngutang gak apa apa kan gaji naek terus. Rumah dah pindah di cluster meski KPR 20 th perbulan 1.8jt.

Pola makan dan ngikut artis wisata kuliner,,,KFC gak kelas, sekarang minimal solaria, steak 21, kopi TM yg menu nya aneh aneh. Ada chiken mozarela, chiken cordonblue ada juga ikan asin keju ha ha ha

Hidup terus berjalan, happy tapi agak nyut nyutan bayar hutang,,,dulu yg gak pernah ribut ma istri sekarang dah mulai cek cok urusan ngatur duit. Dah mulai punya visi hidup sebagai orang kaya baru,,,,,jiahhh

Sepuluh tahun kemudian gaji 15jt.
Digarasi udah ada XENIA ...  sstttt kabarnya utang di Lesing 3,1jt per bln x 4th, mesti istri keberatan tapi kata papa "gak pa pa ma, papa butuh challenge/tantangan yg lebih biar semangat kerja" cie cie ...

Hmmm dompet mama sekarang tebal isinya mandiri credit card, BNI credit card, BCA credit card dan kartu pegadaian,,,, heeeee...

Ternyata makin tinggi gaji kita makin banyak yg kita mau.

Ternyata uang bisa merubah segalanya.

Ternyata berapapun uang yang kita punya gak akan pernah mampu mencukupi nafsu duniawi.

Padahal meski uang kita banyak, pilihan untuk dikendalikan atau mengendalikan uang tetap ada pada diri kita.

Padahal kita bisa tetap punya penghasilan tinggi namun tetap sederhana.

Padahal kita masih bisa tetap tercukupi meski dengan gadget yg sederhana sekalipun.

Padahal kita juga tahu bahwa apapun yag kita makan produk yg dikeluarkan tidak akan pernah berubah dan pasti terbuang di lubang toilet.

Jangan malu hidup sederhana karena sederhana itu sikap hidup BUKAN pelit.

Jangan malu makan masakan istri karena lebih sehat, bersih dan bergizi.

Jangan malu tidak punya kartu kredit. Karna pengguna kartu kredit kebanyakan dipakai karna gak punya uang cash. 

Jangan diperbudak oleh trend, hp, motor dan mobil jika engkau turuti gak akan pernah habis engkau beli.

Ingat,,,!! berlebih lebihan itu temannya setan

INGAT ...
Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita untuk hidup sederhana dan berbagi. 
Jadi biasakanlah untuk membagi kebahagian yang engkau peroleh dengan keluarga dan tetanggamu.

Dan selalulah engkau ingat Jika kita bersyukur maka Allah akan menambah nikmat yang  akan di dapat

Allah SWT berfirman:

وَاِ ذْ تَاَ ذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَ زِيْدَنَّـكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَا بِيْ لَشَدِيْدٌ
wa iz ta`azzana robbukum la`in syakartum la`aziidannakum wa la`ing kafartum inna 'azaabii lasyadiid

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat."
(QS. Ibrahim 14: Ayat 7)

Saat berpulang ke sisiNYA...tidak ada apapun yg terbawa...sedang catatan harta kekayaan hanya akan jadi pertanyaan akhirmu dari mana kau dapatkan dan untuk apa kau gunakan...

#inspirasipagi 
Manfaat Kunyit

Manfaat Kunyit


Anda pasti sudah sering mendengar bahkan mempergunakan bumbu dapur yang satu ini, yaitu kunyit atau Curcumin. Mungkin sebagian dari kita masih belum tahu betapa banyak manfaat dari kunyit, banyak penelitian telah menunjukkan bahwa ia memiliki banyak manfaat bagi tubuh dan otak kita. Kunyit merupakan suplemen nutrisi paling efektif, dan merupakan pewarna alami untuk setiap masakan seperti masak kari, Pindang kuning, Nasi Kuning dan lain sebagainya. Tapi Tahukah anda apa saja manfaat kunyit bagi kesehatan?

Berikut beberapa manfaat kunyit untuk kesehatan:
  • Curcumin Meningkatkan Fungsi Otak Dengan Meningkatkan Faktor Neurotropik yang Berasal dari Otak

    Brain Derived Neurotrhophic Factor yang singkat BDNF adalah jenis hormon pertumbuhan yang berfungsi di otak. Curcumin telah terbukti meningkatkan neurogenesis, berpotensi melalui modulasi sumbu hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA) dan dengan meningkatkan produksi (BDNF) di otak.
  • Meningkatkan Kesehatan Jantung
Karena sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang tinggi, curcumin dapat menurunkan kemungkinan penyakit jantung. Curcumin meningkatkan lapisan pembuluh darah, mengatur tekanan darah dan mengurangi pembekuan darah. Satu studi menemukan bahwa curcumin sama efektifnya dengan olahraga dalam meningkatkan aliran darah ke jantung.
  • Rempah Obat
Kunyit mengandung senyawa bioaktif dengan sifat obat bubuk. Telah digunakan selama ribuan tahun sebagai rempah-rempah dan ramuan obat dalam pengobatan tradisional Tiongkok (TCM) maupun pengobatan Ayurvedic untuk mengobati kondisi seperti penyakit hati, masalah kulit, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengurangi gejala refluks asam dan mengurangi rasa sakit. dan peradangan pada tubuh yang berhubungan dengan artritis dan penyembuhan luka secara umum.
  • Perlindungan Dari Kanker
Curcumin mengandung senyawa anti kanker yang dapat memperkuat tubuh memberikan perlindungan kanker.
  • Kunyit dapat Meningkatkan Kapasitas Antioksidan Tubuh
Salah satu mekanisme di balik penuaan dan banyak penyakit adalah kerusakan oksidatif. Curcumin adalah antioksidan kuat yang dapat menetralisir radikal bebas dalam tubuh yang membantu mencegah penuaan atau yang sering di sebut anti aging dan penyakit. Ini juga dapat merangsang sifat antioksidan tubuh sendiri.  
  • Curcumin Adalah Senyawa Anti inflamasi Alami yang Ampuh
Curcumin telah terbukti mengurangi peradangan dengan menurunkan kadar dua enzim peradangan dalam tubuh. Peradangan adalah proses imunologis yang rumit yang terjadi di dalam sel. Curcumin bekerja pada tingkat sel untuk memblokir molekul bioaktif yang memicu proses peradangan yang umum pada sebagian besar penyakit kronis seperti radang sendi dan gangguan pencernaan.
  • Mencegah Arthritits dan Meringankan Nyeri Sendi
Mengingat bahwa curcumin adalah anti-inflamasi yang kuat, masuk akal bahwa itu dapat membantu dengan radang sendi karena memiliki efek positif pada pembengkakan sendi dan pengurangan rasa sakit. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan rheumatoid arthritis, curcumin bahkan lebih efektif daripada obat anti-inflamasi.
  • Memperbaiki Penyakit Alzheimer
Curcumin dikenal karena sifat anti-inflamasinya yang dapat melewati sawar darah / otak, tidak seperti zat lain dan telah terbukti menyebabkan berbagai perbaikan dalam proses patologis penyakit Alzheimer.
  • Curcumin Telah Diperlihatkan Memiliki Manfaat Luar Biasa Terhadap Depresi
Depresi telah dikaitkan dengan penurunan level BDNF. Studi telah mengkonfirmasi bahwa curcumin, yang ditemukan dalam kunyit, memiliki efek yang sama dengan antidepresan pada pasien yang menderita depresi dengan meningkatkan kadar BDNF. Curcumin juga terbukti meningkatkan neurotransmitter otak serotonin dan dopamin.
  • Melawan Penyakit Kronis dan Penuaan Dini
Karena semua manfaat kesehatan potensial curcumin tercantum di atas seperti mengurangi peradangan dalam tubuh dan menjadi curcumin antioksidan kuat menyediakan senyawa yang membunuh radikal bebas yang menyebabkan proses penuaan dan mencegah penyakit.
Anda mungkin sudah familiar dengan kunyit dan sering menggunakannya untuk memasak di dapur. Curcumin atau yang sering kita sebut kunyit merupakan suplemen nutrisi paling efektif, banyak penelitian telah menunjukkan bahwa ia memiliki banyak manfaat bagi tubuh dan otak kita 

Friday, September 13, 2019

Manfaat Tidur Siang

Manfaat Tidur Siang


Tahukah Anda bahwa tidur siang sangat bermanfaat? Apakah anda orang yang memiliki kesibukan yang sangat padat jika Iya anda tetap harus beristirahat melalui tidur siang yang sangat singkat karena banyak manfaatnya dan sebenarnya berapa lama waktu tidur siang yang tepat berikut informasinya saat ini banyak orang disibukkan dengan rutinitas yang padat dari pagi hingga sore bahkan malam hari dengan kesibukan Anda pada waktu istirahat tentunya jangan sia-siakan salah satunya adalah waktu tidur siang banyak orang menganggap tidur siang sebagai hal yang sepele padahal menurut penelitian Profesor Jim Horne Universitas Loughborough tidur siang dapat membantu mengembalikan energi sekaligus kesegaran tubuh dan otak di tengah rutinitas kita.

Hal pertama yang perlu anda perhatikan adalah lama tidur siang anda ternyata lama tidur siang memiliki manfaat yang bervariasi berikut hasil penelitian yang dipublikasikan The Wall Street journal 

Jika jadwal padat Anda dapat mencoba mengistirahatkan tubuh anda selama 10 hingga 20 menit tidur siang meski dengan waktu singkat ini dapat memberikan Anda mengembalikan sebagian energi dan kesegaran tubuh, sehingga saat Anda terbangun anda akan lebih mudah berkonsentrasi dan Tubuh terasa lebih segar serta berenergi tidur singkat ini cukup untuk memberi kesegaran dalam kelelahan rutinitas Anda 

Waktu tidur selama 30 menit adalah waktu yang belum optimal, tubuh anda akan beristirahat namun kesadaran Anda Belum memasuki gelombang tidur yang tepat, maka saat Anda terbangun anda akan terasa sedikit pusing untuk mengembalikan kesadaran. Rasa pusing ini muncul karena dalam rentan waktu ini kesadaran sedang menuju fase tidur pulas namun anda harus terbangun saat kesadaran pada gelombang tidur yang tidak tepat. 

tidur siang selama 60 menit akan lebih terasa manfaatnya dibandingkan tidur selama 30 menit meski saat terbangun Anda akan merasa pusing namun dalam waktu tidur gini gelombang tidur akan mengistirahatkan otak dan tubuh anda dengan baik manfaat yang didapat Yani menambah daya ingat otak seperti untuk membuat nama wajah tempat dan berbagai hal lain selain itu penelitian di Amerika menyebutkan bahwa waktu tidur selama 60 menit atau 1 jam samadengan beristirahat selama semalam dan anda pun akan lebih mudah mengingat pekerjaan dan melaksanakannya lebih baik. 

Waktu tidur yang paling baik adalah 90 menit tubuh dan otak akan beristirahat penuh dan manfaat akan didapat lebih maksimal manfaat yang bisa didapat selain memperkuat daya ingat virus ini dapat menstabilkan emosi kejiwaan serta meningkatkan kreativitas bahkan berdasarkan penelitian Dr Sara Madnick dari Nature Neuroscience, survei yang mereka lakukan memperlihatkan mereka yang terbiasa tidur siang memiliki kenirja yang lebih produktif. 

Nahh waktu tidur siang kita memiliki berbagai pengaruh yang tidak pernah kita sangka saat ini anda bisa mulai mencoba mengistirahatkan sejenak tubuh anda di siang hari, hasilnya pun anda dapat menjalani rutinitas anda dengan lebih segar dan bersemangat. 

  • manfaat tidur siang bagi ibu hamil, 
  • manfaat tidur siang bagi kesehatan, 
  • manfaat tidur siang menurut islam, 
  • manfaat tidur siang bagi anak sd,
  • manfaat tidur siang untuk bayi, 
  • manfaat tidur siang bagi anak, 
  • manfaat tidur siang untuk kecantikan

Saturday, August 24, 2019

DIBALIK NASIHAT DAN DOA SEDERHANA IBU

DIBALIK NASIHAT DAN DOA SEDERHANA IBU


Oleh: @aswan_berkarya

"Jangan pernah remehkan doa dan nasihat ibumu, sesederhana apapun itu! Bisa jadi, melalui nasihat dan doa itu Allah hadirkan kebaikan demi kebaikan dalam hidup kita"

...Ini kisah seorang pemuda yang mulai belajar menafkahi diri sendiri. Pagi itu dia meminta izin untuk kembali ke perantauan setelah 2 hari menghabiskan waktu cuti nya bersama keluarganya. 

"Hati-hati di jalan. Semoga Allah jaga di negeri orang sana nak" itulah doa sekaligus nasihat dari dua ibu si pemuda. Iya, kedua ibunya berdoa dan bernasihat sama. 

Doa dan nasihat yang hampir tak pernah berubah dari dulu. Bukan karna sang ibu tak faham tentang pekerjaan sang anak, sehingga tak bisa secara mendetail mendoakan atau memberi nasihat tentang pekerjaannya. Sang anak hanya mengiyakan, meskipun sejatinya dia berhak meminta doa yg lain. 
Lantas apa sebab bisa demikian? 

Sejenak kembali ke tahun 2012, sejak sang pemuda pertama kali izin merantau untuk menuntut ilmu. Itulah pertama kali dia mendengar nasihat dan doa tersebut. 

Dia menyadari, setiap pulang semasa libur, dan di momen saat akan pulang ke rantauan, doa dan nasihat itu selalu persis sama. Sang pemuda saat itu faham betul, kedua ibu nya mungkin tak faham akan dunia perkuliahan sehingga tak bisa mengucap doa dan nasihat lebih dari yg di ucapkan itu. 

Bahkan sang pemuda juga sempat berpikir, ini mungkin karna ibunya yg sederhana tak sempat browshingan melihat contoh doa lain di internet! Wajar saja, sehari-hari sang ibu hanya bergelut dengan dunia persawahan. Hingga bahkan tak sempat terbesit untuk memiliki gadget.

Hingga suatu kejadian di tahun 2013 menyadarkan sang pemuda. Saat dalam perjalanan mengendarai sepeda motor. Dia nyaris tertabrak bis dari arah berlawanan. Entah bagaimana bisa dia selamat.  Kejadian itu berlangsung begitu cepat. Jika tidak ingat dengan pesan ibu utk berhati-hati, bisa jadi dia tidak hanya kehilangan impian kuliah. Tapi juga kehilangan hidupnya. 

Dua tahun kemudian, yakni diawal 2015. Rumah kontrakan yang didiami pemuda itu dan ke 5 temannya kemalingan. Hampir setengah dari barang berharga mereka raib di ambil. Hebatnya, laptop yang semata wayang yang dimilikinya dimana juga seluruh berkas perkulihan tersimpan tak ikut di ambil. Dia selamat. Dia sadar, jika laptop itu dicuri, maka habis tamat sudah riwayat. Bisa-bisa urusannya di kampus akan lebih riwet. 

Tapi lagi-lagi dia teringat. Itulah doa sang ibu. Doa "agar Allah menjaga nya selama di perantauan". Entah berapa kali kejadian serupa terulang dalam kurun waktu dua tahun. Bisa jadi karna doa ibu nya yg sering terulang itu yang menyelamatkannya dr rangkaian musibah-musibah itu. 

Sejak saat itu. Sang pemuda benar-benar yakin akan kekuatan dibalik doa dan nasihat sederhana kedua ibunya. 

Nasihat dan doa yang juga menjadi saksi suksesnya menjadi salah satu lulusan tercepat di kampusnya. Dengan IPK 3,78. Meskipun kemudian ibunya sempat bertanya, "wah, kok hanya dapat 3 nak?" shala la la la.. Haha....

Laptop yang beberapa kali selamat berkat doa ibu itu, juga mengantar sang pemuda untuk menulis sebuah buku. Buku yang sedikit banyak juga telah menginspirasi orang lain. 

Cerita yang mengingatkan saya pada salah satu kutipan yg paling saya ingat dari Mas Syukri (Teman sekaligus guru saya) begini katanya, "Jalani saja apa yang diinginkan ibumu, ingat pesan dan doa mereka, lihatlah, betapa Allah akan selalu ada di sampingmu, membersamai setiap ayunan langkah-langkah kecilmu."

Kejutan dalam hidup kita ada di sisi Tuhan. Kita tak pernah tau kapan akan menghampiri kita, tapi kita bisa merasakannya kewat kisah yg Allah selipkan dalam episode kehidupan kita. Bisa jadi, kejutan dan kebaikan itu ada dibalik doa dan nasihat ibu kita. 

So, sudah minta nasihat dan doa dari ibu kita?

Friday, August 16, 2019

DIBALIK 74 TAHUN USIA KEMERDEKAAN

DIBALIK 74 TAHUN USIA KEMERDEKAAN


Dengan perasaan bahagia bercampur haru, 73 tahun silam teriakan Merdeka dari ujung Aceh hingga ekor Papua bergema diseluruh pelosok negeri.

Hari itu juga sebenarnya menjadi tanda, bahwa anak-anak Indonesia bebas menikmati kekayaan alam mereka.

Dan di antara euforia itu ada suatu negeri yg berperan besar. Karna untuk menjadi negara yang berdiri utuh (de jure) tentunya Indonesia membutuhkan pengakuan dari negara lain.

Negara yg pertama mengakui itu bernama Palestina. Demikian seperti dikutip dibuku Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri.

Sayang ternyata negeri itu sampai hari ini masih dijajah. Tanah mereka dirampas. Bahkan utk skedar sholat di masjid suci Al-Aqsho pun harus bermahar nyawa.

Pantas saja pak Soekarno tahun 1962 mengatakan, "Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel,"

Hari ini, dihari kebahagiaan bangsa kita. Anak-anak Palestina juga turut tersenyum. Tugas kita adalah menjadi bangsa yang pandai berterima kasih dan menyebut mereka dalam bait doa kita.

Semoga Allah izinkan kita sama-sama sujud nanti di Al-Aqsho yg telah merdeka.

Tuesday, August 6, 2019

HADIAH DARI ALLAH

HADIAH DARI ALLAH


Oleh: @aswan_berkarya
.......
Sebuah kisah datang dari seorang pemuda, panggil saja dia Andi (nama samaran). Profesi sehari-harinya adalah sebagai seorang pendidik. Di sekolah tempat dia mengajar, Andi mengatakan bahwa dia mendapat amanah tambahan yakni menjadi seorang pembimbing untuk beberapa mahasiswa yang melakukan praktik magang. 

Bulan itu, Andi sudah berniat, setelah menerima gaji hasil keringatnya, dia ingin membelikan sepasang orang tuanya pakaian baru. Singkat cerita, sampai suatu sore dia tidak sengahja melihat sebuah baju koko.

Sebagai seorang laki-laki biasa, nalurinya tergerak, ada keinginan untuk memiliki baju tersebut. Dengan uang yang ada dikantong, bisa saja dia langsung membeli. Tapi ia teringat kembali, selain harus menyisihkan uang untuk sepasang pakaian orang tuanya, dibulan yang sama dia ternyata juga menyetor donasi kepada sebuah lembaga pembinaan anak penghafal Qur'an, sebut saja proyek kemanusiaan.

Si Andi, meskipun miskin ternyata dia juga bersemangat menabung untuk bekal akhirat (calon suami idaman ni. Hehehe)

Tak dapat dihindarkan. Naluri lelaki biasanya berkontestasi dengan panggilan jiwa, bahwa dia harus memilih untuk ego diri atau mempersembahkan senyum bagi orang tua dan orang lain. Andi pun beranjak pergi dari toko tersebut, pulang tanpa baju koko, dia sadar, Allah akan lebih meridhoi hal itu.

Beberapa waktu berselang. Seperti biasa Andi menjalani rutinitasnya di sekolah. Hari itu tak terasa, telah sampai pada momen perpisahan dengan rekan-rekan magang yang kurang lebih 2 bulan dibimbingnya.

Dan taukah apa yang terjadi? Beberapa saat menjelang perpisahan, sang rekan memberi sebuah bingkisan kepada Andi. Isinya adalah Baju Koko, persis seperti yang di belainya beberapa waktu sebelumnya.

Tak pernah Andi terpikir sebelumnya. Allah tak tinggal diam, dengan cara hebatNya, dengan cara yang tak pernah dipikir oleh Andi. Andi pun resmi mempunyai baju koko yang sempat ditinggalkannya.

Saya jadi teringat pesan seorang ustadz, "saat kita meninggaklan sesuatu yang kita inginkan, karna Allah. Maka Allah yang akan memberikan dengan caraNya".

Barangkali demikian kisah serupa yang di alami Zulaikha, saat Allah jauhkan dia dari nabi Yusuf AS yang dicintainya. Tapi saat Zulaikha mencari cinta Allah, maka Allah kembalikan nabi Yusuf padanya, menjadi miliknya yang diridhoi.

Saturday, August 3, 2019

NILAI KETEGARAN

NILAI KETEGARAN



Oleh @aswan_berkarya
....

Rasa penasaran akhirnya mengantarkanku pada sebuah rumah sederhana ditepian kota Sanggau.

Pasalnya niatku ingin bertemu tak kesampaian saat sholat berjamaah di masjid. Hingga datang langsung kerumah bapak Ketua Masjid menjadi pilihan terakhir.

Pak Jam orang memanggilnya. Jamali Musni lengkapnya. Begitu sampai didepan rumahnya, terlihat seorang laki-laki berambut putih menggunakan celana pendek mendekat ke pintu setelah mendengar salamku.

Itulah pak Jam, beliau menyambut saya dengan senyumnya. Setelah mempersilahkan duduk, beliau meminta izin kebelakang, "Bapak pakai sarung dulu ya nak".

"Tadi rencana mau ketemu di Masjid" ungkapku.
Sambil tersenyum dia bilang, "Iya wan. Hari ini gak ke Masjid. Rasa sakitnya kambuh lagi"
"Memang sakit apa pak?" tanyaku yg semakin penasaran.

"Sejak 2016 tahun lalu divonis stroke. Kadang-kadang kaki ini nyeri banget Wan, gak bisa digerakan" jawab pak Jam.

Terjawab sudah rasa penasaranku. 2 tahun terakhir pak Jam menderita penyakit yang membuatnya tak dapat beraktifitas normal. Jika harus ke Masjid, dia harus menggunakan tongkat.

Praktis, dengan keadaan ini pak Jam kehilangan semua pekerjaannya. Mulai dari di PHK oleh sebuah perusahaan yang menjadi sumber penghasilannya. Hingga sampingannya sebagai tukang juga harus terhenti.

Suasana jadi haru biru.

"Selama ini tak bisa buat apa-apa Wan. Tapi Alhamdulillah tangan dan lisan ini masih bisa buat ngajarin anak dan cucu ngaji dirumah" tambah beliau.

Saya tak mampu berkata apa-apa saat itu.

Hingga terucap kalimat yang tak akan saya lupakan dari pak Jam: "Tapi dengan keadaan begini bapak juga bersyukur. Sejauh ini, hingga udah menjelang tua ini. Allah udah banyak memberi karunia kepada bapak. Dikasih ujian ini ya biar bapak gak lupa bersyukur..."

Masyaallah...jiwaku benar-benar ditampar saat itu.

Seolah tidak terjadi apa-apa pada si bapak.

Ketegarannya yang saya belajar malam itu, ya meskipun dia lebih berhak mengeluh atas keadaannya dibanding kita.

Dengan kehilangan fungsi kedua kakinya.  Adakah pak Jamli mengeluh? Meratap? Menjadi lemah? Jawabannya tidak!

Dengan kondisi seperti itu, pak Jamli tetap menjadi pribadi yang luar biasa, panutan di keluarga dan jamaah masjid.

Sikap itu pula mungkin yang menjadi alasan orang-orang masih mempercayakan pak Jamli sebagai ketua Masjid. Sampai sekarang, sampai detik kunjuanganku tadi malam.

Friday, August 2, 2019

MEREKA YANG MENANTI JANJI TUHAN

MEREKA YANG MENANTI JANJI TUHAN



Oleh: @aswan_berkarya
...

Kisah dibalik Penerbitan Buku Jejak-Jejak Berharga (JJB)

...Diawal penerbitan cetakan pertama buku JJB, sebagian keuntungan penjualan kami niatkan untuk didonasikan pada anak-anak penghafal Qur'an.

Sesuai nasihat guru kehidupan kami, "Mengupayakan segala potensi guna memberi manfaat". Begitulah kira-kira bunyinya.

Diluar dugaan! Respon positif kami terima. Satu pekan setelah buku selesai dicetak, hampir semua exampler ludes terjual.

Lebih hebatnya lagi. Banyak yang melebihkan bayaran dari pada harga asli buku. Bahkan ada yang transfer 2X lipat harga. Ajaib!. Kami pun terheran.

Then, rata-rata pembeli adalah mahasiswa. Artinya mereka juga tak lebih berduit dari kami. Hehe... Pertanyaannya, apakah mereka tidak butuh uang?

BUTUH. Mereka sangat butuh!!!

Asalkan tau saja, banyak mahasiswa yg terkadang harus menjatah makan siang dan malam mereka agar tetap bisa bertahan di rantauan.

Lantas, apa yang membuat mereka rela untuk membagi sebagian hak mereka?

Jawabannya, karna mereka yakin akan janji Tuhan mereka: "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 261)

Kisah belum selesai.

Belum lama ini, saya mendapat kabar salah satu saudari kami didiagnosis Leukoma (sebuah kelainan pd mata akibat infeksi). Kami dengar, butuh dana tak sedikit untuk pengobatannya.

Saat itu, kebetulan buku JJB masih tersisa 3 buah, saya belum tau mau di apakan. Mau dijual, gak yakin bakalan ada yg mau beli.

But, just try first! Buku itu kami iklankan yang seluruh hasil penjualan akan di donasikan utk saudari kami tadi.

YES!!! Butuh 1 jam saja, ketiga buku langsung terjual. Tak hanya itu, tetapi ada tambahan rupiah untuk donasi diluar harga buku.

See!! Lihat tu!!!
Berkat kerja orang-orang hebat (atas izin Allah)

Saya bahagia, dipertemukan dengan orang-orang hebat itu. Yang hidup mereka seolah didesain untuk memberi manfaat dan kebaikan pada orang lain.

Mereka, yang berkerja dalam diam, tak mengharap tepuk tangan ataupun ucapan terima kasih. Tapi cukup dengan janji Tuhan mereka.

"Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya." (QS Az-Zalzalah : 7)

Kisah dibalik Penerbitan Buku Jejak-Jejak Berharga (JJB)

...Diawal penerbitan cetakan pertama buku JJB, sebagian keuntungan penjualan kami niatkan untuk didonasikan pada anak-anak penghafal Qur'an.

Sesuai nasihat guru kehidupan kami, "Mengupayakan segala potensi guna memberi manfaat". Begitulah kira-kira bunyinya.

Diluar dugaan! Respon positif kami terima. Satu pekan setelah buku selesai dicetak, hampir semua exampler ludes terjual.

Lebih hebatnya lagi. Banyak yang melebihkan bayaran dari pada harga asli buku. Bahkan ada yang transfer 2X lipat harga. Ajaib!. Kami pun terheran.

Then, rata-rata pembeli adalah mahasiswa. Artinya mereka juga tak lebih berduit dari kami. Hehe... Pertanyaannya, apakah mereka tidak butuh uang?

BUTUH. Mereka sangat butuh!!!

Asalkan tau saja, banyak mahasiswa yg terkadang harus menjatah makan siang dan malam mereka agar tetap bisa bertahan di rantauan.

Lantas, apa yang membuat mereka rela untuk membagi sebagian hak mereka?

Jawabannya, karna mereka yakin akan janji Tuhan mereka: "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 261)

Kisah belum selesai.

Belum lama ini, saya mendapat kabar salah satu saudari kami didiagnosis Leukoma (sebuah kelainan pd mata akibat infeksi). Kami dengar, butuh dana tak sedikit untuk pengobatannya.

Saat itu, kebetulan buku JJB masih tersisa 3 buah, saya belum tau mau di apakan. Mau dijual, gak yakin bakalan ada yg mau beli.

But, just try first! Buku itu kami iklankan yang seluruh hasil penjualan akan di donasikan utk saudari kami tadi.

YES!!! Butuh 1 jam saja, ketiga buku langsung terjual. Tak hanya itu, tetapi ada tambahan rupiah untuk donasi diluar harga buku.

See!! Lihat tu!!!
Berkat kerja orang-orang hebat (atas izin Allah)

Saya bahagia, dipertemukan dengan orang-orang hebat itu. Yang hidup mereka seolah didesain untuk memberi manfaat dan kebaikan pada orang lain.

Mereka, yang berkerja dalam diam, tak mengharap tepuk tangan ataupun ucapan terima kasih. Tapi cukup dengan janji Tuhan mereka.

"Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya." (QS Az-Zalzalah : 7)

Thursday, August 1, 2019

Tugas Yang Selesai Sebelum Dimulai

Tugas Yang Selesai Sebelum Dimulai



Oleh: @aswan_berkarya
.......
2 jam sejak ketibaannya disebuah warkop tepian jalan raya, tampak seorang pemuda begitu gelisah, grasak-grusuk. Sebut saja namanya Madi, seorang mahasiswa biasa.

Dia bingung. Pasalnya memasuki menit ke 120 dia menghadap tugas, tapi tanda-tanda selesai belum ada. Idenya benar-benar tak berkembang. Jika sudah begini, laptop canggih plus koneksti internet lancar juga tak banyak membantu.

Dia butuh inspirasi, atau paling tidak seseorang datang memberi motivasi.

Benar saja! Ada yang mendekati mejanya. Inspirasi kah ini?
"Om beli kuenya om" sapa seorang anak sambil mengunjukan kue 5 ribuan. Entah darimana bocah ini, dengan pakain lusuh, jualan kue malam-malam. Padahal, seharusnya jam segitu dia belajar kemudian istirahat tidur.

"Beli 2 ya dek" sahut Madi tanpa banyak mikir, menyerahkan 2 lembar 5 ribu sambil menilik lembaran2 terakhir di dompetnya. Saat itu dia sadar, yg tersisa lembaran2 patimura. Haha.

Kue itu dia nikmati. Kue yang dibeli bukan karna berniat memakannya, tapi ada senyum seorang anak yang ingin dia lihat malam itu.

Itulah pesan dari orang tua dan guru nya "sering2 bantu mereka yang membutuhkan. Bukan untuk dibalas, tapi berkah dari Allah sudah cukup"

Misi yang tertunda karna kehabisan ide pun Madi lanjutkan kembali. Kali ini berbeda! Geraknya lebih gesit, semua berlalu dengan lebih mudah. Ajaib! Tugasnya selesai.

Anda tahu? Beberapa hari lalu Madi bilang ke saya. Tugas itu dia kumpul dan diberi nilai sempurna oleh dosen.

HEBAT! Bukan nilai atau prestasinya. Meskipun itu memang bagus. Tapi  lihat rangkaian kisahnya tadilah yang hebat. Mau berbagi sedang dia dalam keadaan sulit. Berani menghadirkan senyum untuk orang lain meski hatinya tengah menjerit.

Madi membeli dagangan seorang anak, kedengarannya sederhana. Tapi tidak saat kondisi sulit!

Bukan! Bukan mengharap mendapat kemudahan dari apa yg dia korbankan. Tapi seperti pesan org tua dan gurunya, "nyari berkah Allah".

Akan tetapi saat berkah yang dia cari, ternyata Allah juga selesaikan urusan-urusan pribadinya.

Belum selesai sampai disitu! Madi awalnya kebingungan saat akan membayar uang kopi di kasir. Dia ragu entah uangnya cukup atau tidak. "Berapa bang?" tanyanya. "Sudah dibayar bang oleh temannya" respon kasir. How come????Padahal dia tak banyak kenal orang yg ada di warkop itu!

Sekian.
Mari cari berkah Allah dalam setiap usaha kita untuk membantu orang lain. Setelahnya biar Allah berkehendak sesuai kodratnya. Jika sudah begitu, belum memulai tugas pun sejatinya tugas kita sudah terslesaikan!